Menara Masjid Singapura

Menara Masjid Singapura

Peleburan budaya di antara Barat serta Timur

Direncanakan oleh seorang Inggris yang tidak diketahui, arsitektur masjid ini adalah gabungan yang menarik dari impak Eropa, Melayu, serta Tiongkok.

Masjid yang dibangun di tahun 1846 ini mempunyai kubah berupa bawang, tempat wudhu yang seperti rumah ciri khas Melayu dengan interior yang dihiasi ukiran kayu Melayu-Muslim tradisionil.

Anda akan lihat ubin porselen Tiongkok yang mengilap di kisi-kisi tembok pemisah pada jendela serta sisi kayu, di menara masjid, serta pada dinding atas tembok pemisah atap.

Tetapi yang sangat menarik perhatian ialah menara masjidnya yang seperti pucuk menara gereja. Menara tiga tingkat dengan dua menara oktagonal serta satu piramida memanjang itu seringkali dibanding dengan St Andrew’s Church pertama (yang diganti oleh bangunan katedral St Andrew sekarang ini).

‘Menara Condong’ Singapura

Komponen Eropa yang lain meliputi pilaster dengan pilar-pilar Dorian pada menara masjid, tingkat pintu berupa lanset, jendela bay, serta jendela.

Sepanjang tahun, sebab fondasinya yang berpasir, menara masjid ini mulai miring mengarah kubah, seputar enam derajat dari sisi tengah.

Usaha pelestarian sukses menahan pertambahan kemiringan, tetapi dampaknya masih nampak jelas, serta itu menghibur beberapa pengunjung yang menyebutnya ‘menara condong’ ala Singapura.