Masjid Umar Bin Khattab

Masjid Umar Bin Khattab

Indahnya Masjid Umar Bin Khattab

Kota Madinah banyak simpan bukti riwayat masa keemasan peninggalan Islam. Sesudah kehadiran Nabi Muhammad SAW, penebaran ajaran Islam ke suluruh pelosok jazirah Arab demikian cepat.

Hal tersebut diikuti dengan adanya banyak beberapa tempat situs bersejarah. Antara yang sekarang sisa ialah bangunan masjid. Kehadirannya masih dipertahankan untuk bukti riwayat Islam di waktu itu, seperti Masjid Nabawi, Masjid Ummamah, Masjid Ali bin Abithalib, Masjid Abu Bakar serta Masjid Umar bin Khatab.

Dari ke-4 masjid yang masih ada yang sempat dibuat Rasulullah serta beberapa teman dekatnya ialah masjid Umar yang terletak cukup berjauhan. Sedang masjid Ali bin Abithalib, Abu Bakar serta Masjid Nabawi sama-sama bersisihan.
Tidak sama dengan yang lain, Masjid Umar bin Khattab memang terdapat bertambah jauh daripada tiga masjid lain di seputar Masjid Nabawi. Jarak Masjid Umar sekitar 650 mtr., barat daya Masjid Nabawi. 10 menit berjalan kaki menurut penghitungan Google Maps.

Khasnya, masjid itu terdapat antara dua bangunan menjulang tinggi. Tertutup jaring-jaring hijau, terlihat juga tiang-tiang crane. Beton-beton itu adalah calon bangunan hotel yang hampir jadi.

Ketinggian bangunan yang belum selesai itu mendahului ketinggian menara masjid. Tidak banyak yang mengetahui, masjid yang sekarang terapit dua hotel itu adalah Masjid Umar bin Khattab.

Sayangnya sedikit info tentang situs bersejarah ini. Berdasar cerita, Masjid Umar dulu adalah rumah teman dekat Rasulullah, Umar bin Khattab. Masjid ini disebutkan dipakai Rasulullah serta Umar untuk melakukan salat Id.

Masjid Umar itu sekarang cuma bangunan dengan kubah serba putih yang tertutup rapat-rapat tidak dapat dimasuki beberapa jamaah haji yang tengah melaksanakan ibadah di Madinah, dan tidak dapat dipakai untuk salat.

Pembangunan Masjid Umar diinisiasi oleh Syamsuddin Muhammad bin Ahmad As-Salawi pada 850 Hijriah. Masjid ini selanjutnya diperbaiki oleh Sultan Mahmud II pada 1254 Hijriah. Putra Sultan Mahmud II, Sultan Abdul Majid I meneruskan perbaikan masjid ini pada 1255 Hijriah.

Dalam buku Al Madinah karya Al Madinah Al Munawwarah Research and Studies, Masjid Umar mempunyai panjang bagian seputar 8 mtr.. Dinding Masjid Umar memakai batu basal, dicat dengan warna putih. Disamping itu, menara yang berdiri mempunyai tinggi 12 mtr..