Masjid Roudhotul Muchlisin

Mendekati bulan suci Ramadhan 1438 H/ 2017 M, Masjid Roudhotul Muchlisin yang berdiri megah di jalan Gajahmada Jember diresmikan oleh Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) DR. KH. Ma’ruf Amin. Acara yang diselenggarakan Senin pagi (15/05/2017) itu ikut didatangi oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR., bersama dengan seluruh Forkopimda, serta beberapa tokoh agama.

“Sebagian belumlah tuntas, menara ikut belumlah, akan tetapi Masjid Roudhotul Muchlisin bisa menjadi makmur, satu keharusan memakmurkan bersama dengan masjid ini,” tutur Ketua Yayasan Masjid Roudhotul Muchlisin, H. Hendi Siswanto. Pihaknya suka dapat berguna buat penduduk, lewat pembangunan serta rehabilitasi masjid itu. Masjid yang awal mulanya sekian tahun tidak dapat teratasi pembangunannya, saat ini bisa dipakai untuk melaksanakan ibadah.

Selain itu, Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR., mengemukakan jika tidak ada yang dapat nenggerakkan hati tidak hanya Allah SWT. “Sesuatu yang mengagumkan untuk kabupaten Jember, seperti JFC, Masjid Roudhotul Muchlisin, gedung Pemkab, gedung mengagumkan dari zaman ke zaman. Gonta-ganti pemimpin, tetapi masih megah berdiri.
“Bupati bangga buat penduduk yang memberi dengan ikhlas, sedikit orang kaya yang terketuk hatinya untuk beramal,” pesan Bupati.

Masjid Roudhotul Muchlisin

Masjid Roudhotul Muchlisin

Masjid ini jadi masjid yang sangat indah, banyak kendaraan yang berhenti, tidak hanya menjadi tempat beribadah jadi obyek wisata religi baru di kabupaten Jember Bupati mengharap masjid ini jadi pemersatu umat, umat yang menyatu dari kelompok apa pun, jangan pernah memisahkan kelompok
umat yang ada. Bupati ikut memberi pesan semua yang ikut serta, yang memakmurkan masjid ini akan dilipat gandakan amal ibadahnya. Pemkab memberi perasaan hormat serta terima kasih atas pembangunan masjid itu.

Diwaktu yang sama, dalam Tausiyahnya Ketua Majelis Ulama Indonesia DR. KH. Ma’aruf Amin berdoa mudah-mudahan masjid Roudhotul Muchlisin jadi kebanggaan penduduk Jember. Situasi keagamaan penduduk Jember dapat lebih baik kembali, jadi pusat peradaban, manfaat masjid yang bukan sekedar tempat sholat, akan tetapi ikut jadi tempat pembinaan keagamaan.

“Pengikut agama Islam lebih dikit dari pengikut penggandaan uang ,ditambah lagi pengandaan istri”, katanya. Ini adalah langkah berpikir yang menyelimpang, Islam yang mempunyai makna sikap toleransi, toleransi dengan agama lainnya.

Mesti ada toleransi, ketidaksamaan yang bisa toleransi perbedaan yang masih tetap di dalam lokasi ketidaksamaan, jika di luar ketidaksamaan ialah penyimpangan, ketidaksamaan yang menyelimpang mesti di amputasi.

Copyright © 2018 Anugerah Kubah Indonesia
Hubungi Kami
WA
Pesan Segera
Telp