Masjid Raya Sumatera Barat – Kontraktor Kubah Sumatera Barat

Masjid Raya Terbesar di Sumatera Barat

Masjid Raya Sumatera Barat ialah masjid paling besar di Sumatera Barat, terdapat menghadap Jalan Khatib Sulaiman, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang. Diawali dengan penempatan batu pertama pada 21 Desember 2007, pembangunannya selesai pada 4 Januari 2019 dengan keseluruhan cost seputar Rp 325–330 miliar memakai dana APBD Sumatera Barat dibantu APBN. Penyelesaiannya dikerjakan dengan setahap sebab terbatasnya biaya dari propinsi.

Walau tidak teratur, Masjid Raya Sumatera Barat sudah dipusatkan menjadi tuan rumah pekerjaan keagamaan taraf regional seperti tablig besar, pertemuan jemaah, penyelenggaraan Shalat Ied sampai Shalat Jumat tiap-tiap minggunya. Semenjak awal tahun 2012, pemerintah propinsi memusatkan pekerjaan wirid teratur deretan pegawai negeri sipil untuk mengenalkan masjid. Akan tetapi, frekwensi penggunaan masjid untuk kegiatan beribadah masih tetap hanya terbatas sebab belumlah selesainya sarana listrik serta ketiadaan air bersih.

Konstruksi masjid terbagi dalam tiga lantai. Ruangan penting yang dipakai menjadi ruangan salat terdapat di lantai atas, tersambung dengan teras yang melandai ke jalan. Denah masjid berupa persegi yang melancip di empat penjurunya, memperingatkan bentuk bentangan kain saat empat kabilah suku Quraisy di Mekkah share kehormatan mengalihkan batu Hajar Aswad. Bentuk pojok lancip sekaligus juga mewakili atap bergonjong pada rumah kebiasaan Minangkabau rumah gadang.

Masjid Raya Sumatera Barat

 

Sejarah Pembangunan Masjid Raya

Kompleks Masjid Raya Sumatera Barat tempati ruang seluas 40.343 meter persegi di perempatan Jalan Khatib Sulaiman serta Jalan Ahmad Dahlan. Bangunan penting yaitu masjid terbagi dalam tiga lantai dengan denah seluas 4.430 meter persegi. Penempatan batu pertama menjadi sinyal dimulainya pembangunan dikerjakan pada 21 Desember 2007 oleh Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi.

Walau belumlah selesai, Masjid Raya Sumbar sudah dikenalkan pada publik untuk pekerjaan hanya terbatas semenjak 2012
Sampai 2012, pembuatan pembangunan masjid sudah melalui empat step. Step pertama untuk mengakhiri susunan bangunan habiskan waktu dua tahun semenjak diawali pada awal tahun 2008. Step ke-2 diteruskan dengan pembuatan ruangan salat serta tempat wudu pada 2010. Step ke-3 saat tahun selanjutnya mencakup pemasangan keramik lantai serta exterior masjid. Tiga step pertama berjalan dengan memercayakan fasilitas APBD Sumatera Barat sebesar Rp 103,871 miliar, Rp 15,288 miliar, serta Rp 31 miliar. Masuk step ke empat yang diawali pada pertengahan 2012, pembuatan memakai kontrak tahun jamak. Step ke empat menggandalkan biaya sebesar Rp 25,5 miliar untuk mengakhiri ramp, teras yang melandai ke jalan. Pekerjaan pembangunan sudah sempat berhenti saat tahun 2013 sebab ketiadaan biaya dari propinsi.

Berkaitan terbatasnya permodalan, alokasi APBD Sumatera Barat untuk pembangunan masjid sebelumnya direncanakan cuma untuk dana insentif. Sebelumnya, panitia pembangunan yang diketuai oleh Marlis Rahman sudah sempat mengumpulkan sumbangan penduduk untuk menolong pembangunan masjid selain lakukan kerja sama juga dengan pihak swasta serta negara Timur Tengah. Pertolongan dari penduduk serta perantau, termasuk juga donasi lewat suara sambung cuma berjalan untuk step pertama pembangunan. Mengenai pertolongan di luar negeri, Pemerintah Arab Saudi sudah merencanakan mengirim pertolongan untuk memberi dukungan pembangunan masjid pada tahun 2009. Akan tetapi, pertolongan dari Arab Saudi berharga 50 juta dolar Amerika Serikat hadir bertepatan dengan gempa bumi Sumatera Barat 2009 hingga pemerintah lewat Tubuh Rencana Pembangunan Nasional mengubah peruntukan pertolongan untuk kepentingan rehabilitasi serta rekonstruksi di Sumatera Barat.

Arsitektur Masjid Raya

Arsitektur Masjid Raya Sumatera Barat menggunakan perancangan yanng ditangani oleh arsitek Rizal Muslimin, pemenang sayembara design yang dibarengi oleh 323 arsitek dari beberapa negara pada 2007. Dari beberapa ratus peserta, 71 design masuk menjadi nominasi serta diseleksi oleh team juri yang diketuai oleh sastrawan Wisran Hadi. Konstruksi bangunan didesain menanggapi keadaan geografis Sumatera Barat yang seringkali diguncang gempa berkekuatan besar. Menurut perancangan, kompleks bangunan akan diperlengkapi pelataran, taman, menara, ruangan serbaguna, sarana komersial, serta bangunan simpatisan untuk pekerjaan pendidikan.

Masjid Raya Sumatera Barat tampilkan arsitektur moderen yang tidak sama dengan kubah. Atap bangunan memvisualisasikan bentuk bentangan kain yang dipakai untuk mengangkat batu Hajar Aswad. Saat empat kabilah suku Quraisy di Mekkah berselisih opini tentang siapa yang memiliki hak mengalihkan batu Hajar Aswad ke tempat sebelumnya sesudah perbaikan Kakbah, Nabi Muhammad akan memutuskan menempatkan batu Hajar Aswad diatas selembar kain hingga bisa diusung bersama dengan oleh perwakilan dari tiap-tiap kabilah dengan menggenggam semasing pojok kain.

Ruangan penting yang dipakai menjadi tempat salat di lantai atas ialah ruangan terlepas. Lantai atas dengan elevasi tujuh meter bisa dibuka langsung lewat ramp, teras terbuka yang melandai ke jalan. Dengan luas 4.430 meter persegi, lantai atas diprediksikan bisa menyimpan 5.000–6.000 jamaah. Lantai atas didukung oleh 631 tiang pancang dengan fondasi poer berdiameter 1,7 meter pada kedalaman 7,7 meter. Dengan keadaan topografi yang masih juga dalam kondisi rawa, kedalaman tiap-tiap fondasi tidak dibanderol sebab sesuaikan titik jemu tanah tanah. Mengenai lantai dua berbentuk mezanin berupa leter U mempunyai luas 1.832 meter persegi.

Mural di Pasar Raya Padang yang tampilkan Masjid Raya Sumbar. Masjid itu sudah jadi simbol sekaligus juga daya tarik wisata Sumatera Barat. Konstruksi rangka atap memakai pipa baja. Style vertikal beban atap didistribusikan oleh empat kolom beton miring setinggi 47 mtr. serta dua balok beton lengkung yang menghadapkan kolom beton miring dengan diagonal. Tiap-tiap kolom miring ditancapkan ke tanah dengan kedalaman 21 meter, mempunyai fondasi tiang bor sekitar 24 titik dengan diameter 80 cm.. Pekerjaan kolom miring melalui 13 step pengecoran saat 108 hari dengan memerhatikan titik koordinat yang pas.

Masjid Raya Sumatera Barat mempunyai kepengurusan sah dengan dikeluarkannya SK Gubernur mengenai pengangkatan pengurus. Pengurus terbagi dalam petinggi pemerintah propinsi diketuai oleh Sekretaris Daerah Ali Asmar. Masjid Raya Sumatera Barat memerlukan biaya yang besar untuk perawatan serta operasional, baik mekanikal, perawatan kontruksi, serta petugas, memerlukan dana Rp4,2 miliar per tahun.

Kontraktor Kubah Masjid Sumatera Barat

Kami Kontraktor Kubah Masjid berkonsentrasi di bagian produksi kubah masjid yang telah memiliki pengalaman dalam pembuatan kubah masjid. Beberapa bahan kubah masjid yang kami produksi seperti kubah masjid enamel dan kubah masjid galvalum, kami ikut memberi service konsultasi pada anda tentang pembuatan,pengiriman, layanan pemasangan. Kubah masjid yang kami produksi mempunyai bermacam warna,bermacam ornament serta design kubah masjid seperti keinginan anda. Kami memberi harga kubah masjid paling murah, terunggul, terjamin, amanah serta terpercaya. Keyakinan serta Kenikmatan anda ialah satu perihal yang terpenting buat kami, oleh karenanya kami begitu mengerti keperluan kubah masjid anda.

Buat Anda yang tengah mencari kontraktor kubah masjid Sumatera Barat, tak perlu bingung sebab PT Anugerah Kubah Indonesia ialah jalan keluar terunggul. Cukup hanya lakukan pemesanan, jadi semuanya yang terkait dengan pembangunan kubah akan dituntaskan sama dengan waktu yang dijanjikan.

Hubungi Kami
WA
Telp
Dalam Rangka Milad Ke 3 PT. Anugerah Kubah Indonesia
GRATIS !! Website Manajemen Masjid Jika Anda Order Kubah Bulan Ini.
close-image