Masjid Lawang Kidul Palembang

Masjid Lawang Kidul Palembang

Keunikan Masjid Lawang Kidul

Masjid ini benar-benar sama dengan Masjid Kiai Merogan karena keduanya sama dibuat oleh Kiai Merogan di masa yang hampir bertepatan. Masjid Lawang Kidul ada di pinggiran Sungai Musi, di teritori Kelurahan Lawang Kidul, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang. Tempatnya tepat berdekatan dengan Teritori Dermaga Boom Baru, dermaga tua di pinggiran Sungai Musi di kota Palembang yang masih tetap berperan sampai sekarang. Dan tidak jauh dari Pasar Kuto.


Tempat masjid ini ada ditengah-tengah tengah pemukiman masyarakat di pinggiran Sungai Musi, Untuk ke arah Masjid ini dari Jalan Slamet Riyadi dari arah pasar Kuto, beberapa mtr. Kubah. Sebelum gerbang Dermaga Boom Baru ada Lorong Masjid Lawang Kidul yaitu satu Gang Sempit disamping kanan jalan raya komplet dengan gerbangnya dengan tulisan “MASJID LAWANG KIDUL” memiliki ukuran lumayan besar. Batas gang itu cuma cukup untuk dilewati satu kendaraan roda empat.

Perjalanan ke Masjid Lawang Kidul

Jika dengan transportasi umum, dari pusat Kota Palembang (Pasar 16 Ilir) naik angkot arah Sayangan – Lemabang. Janganlah lupa katakan ke si sopir angkot, meminta turun di Masjid Lawang Kidul. Jika ingin perjalanan yang lain anda bisa memakai model angkutan air telusuri Sungai Musi dengan sewa perahu dari teritori BKB (Benteng Kuto Besak) ke arah pelabuhan Masjid Lawang Kidul di belakang masjid ini, dengan model angkutan air ini anda dapat berekreasi nikmati panorama kota Palembang dari sungai Musi termasuk juga lihat Jembatan Ampera yang melegenda itu dari sungai musi.

Untuk Biaya transportasi umum seharusnya diberi pertanyaankan langsung di tempat sebelum memakai salah satunya layanan transportasi umum itu.

Akses Masuk Masjid Lawang Kidul

Dari batas Jalan Slamet Riyadi, masjid ini bisa dicapat dengan berjalan kaki lewat lorong (gang) Masjid Lawang Kidul sekalian nikmati situasi kampung dari sana yang beberapa rumah penduduknya masih berbentuk bangunan asli ciri khas Palembang. Sebelum masuk teritori masjid, sebaiknya khususnya buat pengunjung wanita supaya tutup aurat (kenakan hijab). Anjuran ini berdasar plang tertulis “Teritori Tutup Aurat” di tempat halaman masjid.

Batas jalan sempit ini tidak panjang, di ujung jalan kita akan langsung berjumpa dengan gerbang masjid ini dengan pekarangan yang lumayan luas untuk parkir kendaraan. Masyarakat dari sana juga cukup ramah, waktu bertandang ke sana, masyarakat ditempat yang bertepatan sedang ada di tempat dengan ramah memperlihatkan arah ke masjid ini, termasuk juga arahkan kendaraan masuk serta keluar gang sempit itu kembali pada jalan raya.