Masjid Jami’ At Taqwa Tawangrejo

Masjid Jami’ At Taqwa

Tawangrejo adalah sebuah desa di kecamatan Winong, kabupaten Pati, Jawa Tengah. Lokasinya berada sekitar 10 KM ke arah tenggara dari pusat kota Pati, jika melalui ruas jalan Raya Pati Gabus dengan kendaraan pribadi sekitar 20-30 menit. Di desa ini terdapat sebuah masjid berusia tua yaitu Masjid Jami’ At Taqwa, masjid ini masih memiliki hubungan erat dengan masjid tertua di kabupaten Pati yaitu Masjid Baiturrohim Gambiran, di dukuh Gambiran Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo.

Saat ini Masjid At-Taqwa sedang dalam proses renovasi dan perluasan seiring dengan kebutuhan Jemaah. Rencananya masjid ini akan dibangun dua lantai, namun tetap mempertahankan struktur bangunan lama-nya sebagai sebuah kearifan demi menghargai perjuangan dan amal jariyah dari kaum muslimin sebelumnya yang telah membangun masjid tersebut.

Riwayat Mastaka Masjid At Taqwa

Bagian paling bersejarah pada Masjid Jami’ At-Taqwa di desa Tegalrejo ini adalah bagian mastaka masjidnya. Mastaka atau mahkota masjid adalah ornamen hias yang diletakkan di ujung atap masjid. Bagi saudara saudara muslim kita di gugus kepulauan Maluku, mastaka merupakan bagian sakral dari sebuah masjid dan proses pemasangannya pun melalui sebuah prosesi khusus, dan di Maluku Mastaka masjid disebut sebagai Tiang Alif.

Mastaka masjid Jami At-Taqwa di desa Tegalrejo ini menurut sejarahnya merupakan mastaka asli dari Masjid Baiturrohim di dukuh Gambiran yang merupakan Masjid tertua di kabupaten Pati yang kemudian dipindahkan ke Masjid Jami desa Tegalrejo di sekitar tahun 1885. sedangkan masjid Gambiran sendiri dibangun tahun 1445 oleh Mbah Cungkrung. Konon mastaka tersebut dibuat sendiri oleh Mbah Cungkrung dari tanah liat.

Pada masa itu Dukuh Gambiran dengan Masjid Baiturrohimnya merupakan pusat pengembangan Islam di wilayah kabupaten Pati, begitu banyak orang yang datang kesana untuk belajar Islam kepada Mbah Cungkrung yang mengajar di Masjid Tersebut termasuk para pemuda dari Desa Tegalrejo, yang kemudian menjadi pelopor penyebaran Islam di Kampung halaman mereka.

Disebutkan bahwa Masjid Baiturrohim Gambiran mengalami proses renovasi di masa pemerintahan Bupati Pati Kanjeng Raden Ario Candrahadinegoro di tahun 1885. Renovasi dan perbaikan terhadap masjid Baiturrohim tersebut termasuk juga mengganti atap masjid dan mastaka atau kubah masjid dan diganti dengan yang lebih besar. Pada mulanya, mastaka tersebut diminta oleh salah seorang santri yang berasal dari Desa Winong dan kemudian dipasangkan di masjid Jami Desa Winong, namun nahas, tak lama setelah pemasangan mastaka, masjid desa Winong ambruk. Mastaka tersebut kemudian dipindahkan ke Masjid Jami Desa Tegalrejo dan bertahan hingga kini.

Desa Tawangrejo sejak masa itu hingga saat ini merupakan salah satu pusat pengembangan agama Islam di kabupaten Pati. Tawangrejo yang jauh dari pusat kota memiliki beberapa madrasah mulai dari tingkat Madrasah Ibtidaiyah (SD) hingga Madrasah Aliyah (SMA). Masyarakat sekitar Kecamatan Winong berbondong-bondong menyekolahkan anaknya ke madrasah-madrasah di Desa Tawangrejo. Beberapa kali masjid Tawangrejo direnovasi, tetapi kubah tetap dipertahankan sebagai bentuk pengakuan dan pengingat bahwa perkembangan agama Islam berasal dari Gambiran, warga Tawangrejo juga mengakui Mbah Cungkrung merupakan leluhur mereka.

Sejak tahun 2016 yang lalu Masjid Jami’ At-Taqwa Tegalrejo ini mengalami proses renovasi kesekian kalinya, namun kali ini proses renovasi dilakukan besar besaran dan rencananya akan dibangun dua lantai. Mastaka asli masjid ini pun kemudian di turunkan dengan hati hati untuk kemudian akan dipasangkan lagi di puncak atap utama masjid setelah proses renovasi selesai dilaksanakan.

Sebagai sebuah masjid Jami Desa, Masjid Jami At-Taqwa Tawangrejo ini menjadi tempat pelaksanaan upacara pelepasan dan penyambutan Jamaah haji dari desa Tawangrejo, dan acara tersebut sudah mentradisi di desa ini. Para Jamaah calon haji yang akan berangkat di lepas oleh karib kerabat, tokoh masyarakat dan para alim ulama di masjid ini, demikian pula penyambutan kedatangannya.