Masjid Hassan II

Bangunannya laksana istana di atas lautan. Menara pencakar langit setinggi 210 mtr. atau seputar 689 kaki seolah mengokohkan masjid paling besar ke-3 dalam dunia ini. Ya, itu Masjid Sultan Hassan II. Masjid kebanggaan penduduk Maroko ini adalah hadiah dari sang raja yang namanya diabadikan untuk nama masjid ini.

Masjid ini diklaim menjadi masjid paling besar ke-3 sesudah Masjid Al-Haram di Makkah serta Masjid Nabawi di Madinah. Dipandang paling besar sebab masjid ini dapat menyimpan seputar 25 ribu jamaah dibagian dalam, serta 80 ribu di bagian pelantaran luarnya. Dari sisi arsitektur, keindahan masjid ini hampir sama juga dengan masjid Cordoba yang berada di Spanyol.

Riwayat Masjid Hassan II

Masjid Hasan II

Masjid Hassan II terdapat di kota Casablanca, Maroko. Mulai dibuat tahun 1980 serta dibuat oleh arsitek berkebangsaan Perancis Michel Pinseau serta dibuat oleh Bouygues. Masjid ini dibuat untuk memperingati ulang tahun mendiang Raja Maroko, Hassan II. Bangunannya yang menjorok ke samudra Atlantik membuat tampak seolah-olah ada di dalam laut.

Ini adalah keinginan spesial dari Raja Hassan sebab di Alquran, kitab suci umat Islam, dijelaskan jika singgasana Tuhan terdapat diatas laut. Masjid ini seperti satu masjid yang betul-betul terapung. Tidak salah jika lalu masjid ini mendapatkan julukan menjadi masjid terapung paling besar dalam dunia. Masjid megah ini sekarang jadi pemberi tanda kota Casablanca.

Perancangan pembangunan masjid ini dikerjakan dalam suatu tanah reklamasi, lokasi kumuh dekat laut, saat itu. Pada tahun 1986 dimulailah pembangunan step awal. Gagasannya, masjid yang lalu diberi nama Masjid Raja Hassan II ini diresmikan bersamaan dengan ulang tahunnya yang ke-60 tahun 1989. Akan tetapi, peresmiannya terlambat serta baru dikerjakan pada 30 Agustus 1993.

Konon, masjid ini menelan cost 800 juta dolar AS (Rp 8 triliun). Saat itu Masjid Hassan II disebutkan menjadi masjid termahal sedunia. Masjid ini benar-benar sangat indah. Lokasi yang kumuh itu disulap jadi indah serta berkualitas.

Arsitektur Masjid Hassan II

Arsitektur Masjid Hassan II

Style arsitektur Masjid Hassan II menunjukkan dampak style “Moorish” yang kuat serta memperingatkan orang pada kemegahan Alhambra serta Mezquita, dua peninggalan kebudayaan Islam yang termasyhur di daratan Spanyol. Pintu-pintu di luar ataupun di ruang masjid dicirikan oleh lengkungan berupa tapal kuda. Sedang dinding serta pilar-pilar di ruang dihiasi dengan beberapa
jenis skema ukiran yang susah serta indah.

Istimewanya, beberapa lantai masjid terbuat dari kaca tebal hingga umat Muslim yang melaksanakan ibadah atau sujud bisa lihat langsung ke laut Samudera Atlantik. Menara masjid ini adalah yang tertinggi dalam dunia. Dari puncak menara ini, akan tampak cahaya laser yang jelas yang ke arah kiblat, yakni mengarah Kabah di Mekah pada saat malam hari. Perihal ini seolah-olah jadi penunjuk jalan ke rumah Tuhan.

Ruang penting, tempat umat Muslimin shalat, dilapis dengan karpet merah. Selain itu, balkon spesial wanita serta anak-anak ditempatkan di samping kanan pintu masuk serta dibikin dari kayu yang diukir dengan indah. Dibawah lantai, ada tempat permandian umum style Turki dan air mancur yang bisa dipakai menjadi air wudlu.

Diluar itu, ada pula pemanas lantai untuk mengatur temperatur ruang masjid lewat lantainya saat suhu dingin. Pintunya elektrik terpasang serta perancangan atap yang dapat dibuka tutup dengan tehnologi canggih. Masjid ini pula keseluruhannya memiliki ukuran besar sekali dengan dekorasi interior ruangan sholat yang mempesona.

Ukiran tangan beberapa pengukir dengan dekorasi hasil cetakan semen meningkatkan kecantikan masjid ini. Satu team besar beberapa pakar pengukir di pekerjakan spesial mengatasi project pembangunan masjid ini. Bahan bahan dipilih berbentuk kayu kayu cedar dari lokasi Atlas, batu pualam dari pegunungan Agadir serta batuan granit dari Tafroute. Sedang beberapa bahan pilar granit putih serta kandil-kandil kaca dihadirkan dari Murano, Venezia, Italia.

Lebih dari 6000 seniman maroko dipekerjakan pada project pembangunan masjid ini dari sejak awal pembangunannya. Dengan cost project sampai 1/2 miliar dolar serta sejumlah besar dari dana pembangunan itu adalah sumbangan dari rakyat Maroko sendiri.

Masjid didesain tahan gempa komplet dengan pemandian ciri khas Turki serta mempunyai lantai yang bisa dihangatkan sesuai dengan cuaca. Atap masjid terbuat dari pintu elektrik yang bisa terbuka, menjadi lambang semua beribadah yang dikerjakan di masjid ini akan dibawa ke atas (surga).

Copyright © 2018 Anugerah Kubah Indonesia
Hubungi Kami
WA
Pesan Segera
Telp