Masjid Darul Muawanah

Masjid Darul Muawanah

Sekilas tentang Masjid Darul Muawanah

Sekarang ini, bagunan Masjid yang diurus oleh Pondok Pesantren Darul Muawanah itu telah berpenampilan seni arsitektural kekinian. Tetapi, sebelum pembangunan keseluruhan dilaksanakan, masjid di daerah Pondok Pesantren ini adalah masjid yang simpel, dengan bahan baku kayu nyaris di keseluruhnya bangunannya.

Sekarang ini, bangunan Masjid Darul Muawanah sangat istimewa dengan bangunan beton cor bertingkat 2. Satu kubah besar ditempatkan pada bagian tengahnyanya dibalut dengan warna hijau tua. Selanjutnya pada seputar tembok bangunan dibalut dengan kombinasi warna hijau serta kuning, begitupun di bagian menaranya.

Menara Masjid Darul Muawanah

Sisi menaranya dibikin dengan 3 tingkatan, tingkat pertama dibikin dengan design persegi, tingkat ke-2 dibuat dengan design yang serupa tetapi bertambah kecil, sedang tingkat ke-3 / puncakn dibikin dengan design bundar, dihiasi dengan kubah kecil serta ornament berlafadzkan “Allah”.

Pintu gerbang untuk masjid ini juga dibalut dengan warna kuning cerah, serta hijau tua, dengan plakat yang lumayan besar, dan diberi 2 kubah kecil dibagian kiri serta kanannya. Sedang selain pintu gerbang atau dimuka masjid, dengan cara terpisah dibuat satu tempat berwudhu serta toilet yang cukup ideal.

Lantainya dibalut dengan keramik berwana putih bersih, selanjutnya beberapa shaff paling depan dilapis dengan karpet sajadah yang selalu terbangun kebersihannya. Kebersihan di dalam atau di luar ruang masjid itu benar-benar terbangun sebab agenda bersih-bersih untuk beberapa santri diselenggarakan dengan cara teratur.

Interior Masjid Darul Muawanah

Di bagian dinding masjid hampir keseluruhnya dilapis dengan keramik bercorak batu alam, hingga berlangsung kombinasi yang benar-benar unik. Untuk sisi mihrabnya dibuat dengan design pesegi panjang, dengan hiasan tulisan kaligrafi bertingkat 3 pada bagian atasnya. Semasing kaligrafi itu berlafadzkan berlainan, hingga keelokannya bertambah lebih optimal.

Satu mimbar dari kayu berupa tribune memiliki ukuran kecil ikut ditempatkan di samping imaman. Arah mimbar yang memiliki ukuran benar-benar kecil itu ialah supaya memberi ruang untuk imam yang bertambah luas hingga konsentrasi tidak terusik.
Bangunan masjid ini dibuat dengan dua lantai. Ada banyak tiang penyangga memiliki ukuran kecil pada bagian lantai pertama. Umumnya ruang lantai ke-2 ini digunakan di saat sholat jum’at atau bila ada pekerjaan PonPes yang lain.