Masjid Azzawiyah Pekojan – Jakarta Barat

Masjid Azzawiyah Pekojan

Jakarta yang merupakan ibukota dari negara Indonesia adalah sebuah kota yang selalu ramai setiap saat. Menjadi kota metropolitan serta selalu padat setiap harinya menjadikan Jakarta sebuah kota yang sibuk. Berbagai gedung-gedung tinggi mulai dari perkantoran, hotel hingga gedung lainnya sudah menjadi pemandangan yang sudah biasa. Meskipun di Jakarta banyak sekali ditemukan sesuatu yang modern, namun di kota ini masih memiliki sentuhan islam yang kental. Salah satunya terdapat sebuah bangunan masjid yang merupakan tempat untuk beribadah umat muslim. masjid tersebut bernama masjid Azzawiyah. Lokasi masjid tersebut berada di Jalan Pengukiran Raya Blok 2 No.03 RT 09/03, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat.

Masjid Azzawiyah pekojan adalah salah satu bangunan masjid yang usianya sudah tua namun masih berdiri kokoh hingga saat ini. Masjid yang berlokasi di wilayah Pekojan pertama kali dibangun pada tahun 1812 oleh Habib Ahmad bin Hamzah Alatas. Beliau adalah seorang yang sangat terkenal serta disegani oleh masyarakat sekitar karena merupakan ulama yang berasal dari Tarim, Hadramaut, Yaman. Selain merupakan seorang ulama, beliau juga adalah sebagai tokoh yang memperkenalkan kitab ‘Fathul Mu’in’ atau disebut juga dengan kitab kuning yang saat ini menjadi sebuah rujukan untuk belajar bagi para santri yang tinggal dipondok pesantren. Namun tidak semua pondok pesantren yang menggunakan kitab kuning tersebut hanya saja pondok pesantren tradisional yang masih digunakan sebagai bahan rujukan dalam mempelajari agama islam lebih dalam.

Habib Ahmad bin Hamzah Alatas juga ternyata seorang guru dari Habib Abdullah bin Muhsin Alatas. Beliau sendiri adalah seorang ulama besar yang terkenal dan menyebarkan ajaran islam serta berdakwah di daerah Bogor. Setelah Habib Ahmad bin Hamzah Alatas selesai membangun masjid Azzawiyah, masjid tersebut tak hanya difungsikan sebagai tempat beribadah saja. Melainkan berbagai tempat untuk menyelenggarakan pendidikan islam. Sekarang masjid tersebut dikelola oleh Yayasan Wakaf Al-Habib bin Hamzah Alatas. Karena selalu dirawat secara baik, hingga saat ini pun bangunan masjid tersebut masih berdiri kokoh dan digunakan oleh para jamaah setiap hari.

Jika ingin mengunjungi masjid Azzawiyah, bangunan masjid tersebut berdiri tidak jauh dari jalan Pekojan kecil. Pada awalnya didirikan masjid tersebut hanyalah sebuah mushola kecil. Kemudian mushola tersebut diwakafkan hingga saat ini lalu menjadi sebuah bangunan masjid. Pekojan sendiri terkenal dengan Kampng Arab meskipun pada awalnya dihuni oleh muslim India. Di Pekojan sekarang ada sekitar 4 masjid Agung dan 26 mushola yang beberapa dari mushola dan masjid tersebut telah ada sejak zaman kolonial terdahulu.

Arsitektur Bangunan Masjid Azzawiyah

Dilihat dari bangunan masjidnya, masjid Azzawiyah bukan sebuah bangunan masjid yang modern serta tidak mewah dan megah. Banguna masjid tersebut terlihat sangat sederhana dengan dinding masjidnya yang berwarna putih. Sebelum memasuki masjid Azzawiyah, para jamaah atau pengunjung akan melewati pagar dari besi dan sebelum pintu masuk terdapat tulisan dengan menggunakan bahasa Indonesia menerangkan dari nama Masjid Azzawiyah. Masjid tersebut tidak lah besar serta tidak terlihat kubah masjid yang ukurannya besar yang biasanya ada di atap masjid. Namun di masjid Azzawiyah ada kubah-kubah kecil yang berada diatap ujung masjid tersebut.

Walaupun masjid ini terlihat sederhana, namun selalu banyak dikunjungi oleh para jamaah untuk melaksanakan ibadah shalat. Para jamaah akan semakin meningkat ketika hari Jum’at dan ketika kedua Hari Raya Besar tiba dan pada saat bulan suci Ramadhan datang. Terutama para jamaah yang merupakan muslim keturunan Arab selalu melaksanakan ibadah di masjid Azzawiyah.