Masjid At-Taqwa Ketapang

Masjid At-Taqwa Ketapang

Masjid Klasik di Ketapang

Kerajaan Matan ialah satu kerajaan Islam yang sempat berdiri di daerah kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Kerajaan ini pada saat jayanya mempunyai satu masjid Jami’ yang disebut masjid sah kerajaan Matan. Masjid itu ada di kelurahan kauman, kecamatan Benua Kayong, kabupaten Ketapang. Walau tidak asli tetapi bangunan masjid ini masih terpelihara serta dipakai secara baik oleh muslim ditempat serta sekarang disebutkan dengan Masjid At-Taqwa.

Sekarang Masjid ini telah kehilangan posisinya untuk masjid kerajaan hingga sekarang tinggal masa lalu untuk masjid panembahan di waktu Kerajaan Matan. Walau adalah masjid kerajaan pada eranya, masjid ini tidak dibuat bersisihan dengan istana kerajaan. Sejarawan Dardi D Has menyebutkan, saat pusat pemerintahan Ketapang beralih dari Tanjungpura ke Mulya Kerta, bentuk pemerintahan kesultanan menjadi kerajaan yang berbentuk sekuler, serta itu salah satunya pemicu pembangunan masjid ini tidak bersisihan dengan istana kerajaan.

Ketapang adalah salah satunya kota pertama yang sering dikatakan sebagai pintu masuk tersebarnya Islam di Kalimantan Barat. Salah satunya jejak sejarahnya ialah Masjid At-Taqwa ini. Awalannya letak Masjid Jami At-Taqwa tepat di tepi Sungai Pawan. Masjid itu demikian tinggi, seperti bangunan-bangunan di waktu dulu, dimana untuk capai lantai fundamen masjid, harus naiki tangga yang lumayan tinggi, tetapi sebab erosi, karena itu selanjutnya masjid itu dipindah ke wilayah yang semakin tinggi.

Perpindahan masjid tua ke tempat saat ini, berjalan di tahun 1950.

Relokasi itu dirintis ulama besar Kampung Kauman, yang lumayan lama menetap di Mekah, H. Muhammad Ali Usman. Sesudah pembangunan masjid usai, Usman pernah mengajar di Darul Ulum. Dia meninggal dunia di Bandung, Jawa barat, 30 Maret 1988.

Dalam catatan warisan budaya di Kerajaan Tanjungpura, masjid dibuat pada saat pemerintahan Panembahan H. Gusti Muhammad Sabran yang memerintah Kerajaan Matan di Mulia Kerta di tahun 1876-1909. tetapi sisi asli dari Masjid ini cuma sisa satu tangkai sisa tiang saja. dam semenjak dipindah ke tempat baru, namanya juga beralih dari Masjid Jami’ Jadi Masjid At-Taqwa.

Dahulu, Imam Masjid Jami Kerajaan Matan Kampung Golongan ialah H. Muhammad Yunus yang bertitel Imam Maharaje datang dari Tanjungpura serta sebagai Mufti yaitu H. Abdul Madjid bertitel Mulfi Setie Oegame Matan yang diangkat tahun 1903 M(1323 H).

Masjid At-Taqwa pada jaman Kerajaan Matan adalah masjid salah satu yang berada di Ketapang. Warga muslim dari Kampung Negeri Baru, Kampung Mulya Kerta, Kampung Arab, Kampung Tuan-Tuan, Kampung Banjar, Kampung Sungai Kinjil, Kampung Baru, Kampung Sukabaru, Kampung Mulia Baru, Kampung Kantor, Kampung Tengah, Kampung Sampit, dan Panembahan Sabran melakukan Salat Jumat di masjid itu.