Masjid Al markaz Al-Islami

Masjid Al markaz Al-Islami

Masjid Al markaz Al-Islami

Masjid ialah tempat beribadah sekaligus juga pusat peradaban umat Islam. Di kota Makassar, ada satu Masjid yang indah nan megah sekaligus juga jadi pusat peradaban Islam di Indonesia sisi timur. Namanya Masjid Al markaz Al-Islami Jendral M. Jusuf. Sama dengan namanya, makrkaz dalam bahasa Arab berarti ialah pusat. Masjid ini jadi kebanggaan penduduk kota Angin Mamiri.

Berada di jalan Masjid Raya Makassar, Kelurahan Timongan Lompoa, Kecamatan Bontala, Makasar Sulawesi Selatan (Sulsel), Masjid ini membuat tiap-tiap orang yang melintas terpana. Dominasi warna hijau yang menempel pada bangunan megah ini seolah jadi lambang buat penduduk kota Makassar yang religius. Masjid yang diurus Yayasan Islamic Center ini pula adalah masjid termegah serta paling besar lokasi timur Indonesia.

Riwayat Masjid Al markaz Al-Islami

Masjid Al-Markaz Al-Islami

Masjid ini dibuat pada tahun 1994 atas prakarsa bekas Panglima ABRI, Jendral Purn M. Jusuf. Tokoh militer Indonesia sekaligus juga bekas Menteri Pertahanan serta Keamanan ini ingin meningkatkan peradaban Islam di Indonesia sisi timur. Inspirasi ini didapatkan saat beliau jadi Amirul Hajj pada tahun 1989. Sang Jendral mengemukakan kemauannya membangun masjid yang monumental di Makassar.

Untuk mengawali pembangunan Masjid, Jendral M. Jusuf lalu menghimpun beberapa tokoh, entrepreneur, serta petinggi untuk penggalangan dana. Waktu itu ada Zainal Basri Pallaguna, Menteri Perindustrian serta Perdagangan Tungki Ariwibowo, entrepreneur Aburizal Bakrie, serta Jusuf Kalla. Mereka membuat prinsip supaya sama-sama menolong mengakhiri pembangunan Islamic serta sesudah selesai, ikut mengurus.

Masjid ini baru mulai dibuat tanggal 8 Mei 1994 serta tuntas tanggal 12 Januari 1996 dengan menelan cost seputar 12 miliar rupiah. Masjid dibuat diatas tempat sisa universitas Kampus Hassanudin. Pemancangan tiang pertama dikerjakan oleh 2 mentari waktu itu, yakni Yogi S Memet (Menteri Dalam Negeri) serta Edy Sudrajad (Menteri Pertahanan serta Keamanan).

Mengenai khotbah pertama dikerjakan oleh Prof. Dr. H.M.Quraisy Shihab, MA yang saat itu ialah rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sesaat ceramah ilmiah perdana Oleh Almarhum Prof.Dr.H. Nurcholish Madjid.

Arsitektur Masjid Al markaz Al-Islami

Bangunan Masjid terdiri atas 3 lantai. Didesain oleh seseorang arsitek bernama Ir. Ahmad Nu’man. Arsitekturnya di inspirasi dari Masjidil Haram di Mekkah serta Masjid Nabawi di Madinah. Walau demikian, bentuk masjid tidak melupakan unsur arsitektur ciri khas Sulawesi Selatan. Perihal ini tampak dari atap berupa kuncup sisi empat yang ambil ilham dari Masjid Katangka, Gowa masjid paling tua di Sulawesi Selatan serta rumah Bugis-Makassar biasanya. Masjid ini dapat menyimpan 10.000 jamaah.

Keseluruhannya, fondasi bangunan begitu kuat dengan 450 tiang pancang berkedalaman 21 mtr.. Untuk sisi atap dipakai bahan tembaga atau tegola bikinan Italia. Dinding lantai satu memakai keramik, sedang lantai dua serta tiga memakai batu granit.

Keindahan Masjid Al markaz Al-Islami

Dinding mihrab yang disebut sentralisasi visual memiliki bahan granit hitam berhiaskan macam kaligrafi sisi empat dari tembaga kekuning-kuningan. Kaligrafi ini terbagi dalam beberapa ayat serta surat Alquran, salah satunya: “Tiada Tuhan tidak hanya Allah, Muhammad Rasul Allah”. Selain itu, diatas mihrab tercatat surat Al-Baqarah: 144, “Maka palingkanlah wajahmu mengarah Masjidil Haram”.

Masjid pun mempunyai menara setinggi 84 mtr., dengan ukuran 3 x 3 mtr.. Tinggi menara ini cuma kurang 1 mtr. dari menara Masjid Nabawi. Di ketinggian 17 mtr. menara itu ada bak penampungan air memiliki volume 30 m3.

Halaman serta tempat parkir yang luas dan pohon-pohon yang hijau jadi tempat nyaman serta menyejukkan. Halamannya pun diperlengkapi dengan koridor yang panjang. Hiasan lampu taman membuat masjid ini terlihat indah pada malam hari. Bentuk masjid yang megah, unik serta indah dan halaman yang luas seringkali jadi tempat pemotretan, terpenting prewedding.