Masjid Al-Ibrohimiyah

Masjid Al-Ibrohimiyah

Menara Masjid Al-Ibrohimiyah

Lahannya yang termasuk sempit untuk satu masjid di pusat keramaian, membuat perancangan masjid ini dibikin se-efisien kemungkinan dalam pendayagunaan lahannya. Halamannya tidak telalu besar cuma cukup untuk parkir beberapa sepeda motor, sedang untuk mobil memang seharusnya parkir di luar pagar, sebab kecuali halamannya yang sempit ditambah dengan gapuranya pun tidak sangat mungkin untuk dilewati kendaraan roda empat.

Bangunan masjid terbagi dalam dua lantai. Dari arah gapura, tangga ke arah lantai dua masjid ini ada disamping kanan ke arah langsung ke halaman depan, sedang di samping kiri adalah sisi fundamen dari menaranya yang menjulang berbentuk bangunan berlantai dua, disamping bawah adalah ruang toilet serta tempat wudhu sedang dilantai atasnya digunakan untuk kantor pengurus.

Walau adalah bangunan masjid kekinian, masjid ini masih mengambil bentuk tradisionil asli Indonesia dengan ciri atap limas yang bersusun tiga, meskipun atap terikuthnya bertambah berperan untuk kanopi. Di pucuk atap limas teratas diletakkan satu kubah bulat seirama dengan kubah kecil di pucuk menaranya.

Semasa bulan suci Romadhon, Masjid Al-Ibrohimiyah ini penuh sesak oleh Jemaah tarawih, beberapa dari Jemaah serta ikhlas mengadakan tikar sampai keluar pagar masjid disamping jalan raya sebab tidak kebagian tempat di masjid. Begitu juga dengan masjid masjid yang lain ada disepanjang batas jalan Syech Quro ini.