Masjid Agung H Ahmad Bakri

Masjid Agung H Ahmad Bakri

Masjid Agung H. Ahmad Bakri

Masjid ini berdiri dilahan bekas Hak Guna Usaha PT. Bakri Sumatera Plantation (BSP) di kota Kisaran. Pembangunan ini menghabiskan dana sekitar Rp. 68 Milyar dan didanai dari APBD Asahan secara berangsur sejak tahun 2011 hingga tahun 2015. Masjid Agung ini diberi nama sesuai dengan mendiang H. Ahmad Bakri.

Masjid Agung H. Ahmad Bakri berlokasi di Jalan Lintas Sumatera desa sidomukti Kecamatan Kisaran Barat Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara Indonesia.

Pembangunan masjid ini bersamaan dengan pembangunan taman kota Alun-Alun Kota Kisaran, didalam masjid ini akan dilengkapi dengan Islamic Center, Perpustakaan serta tempat persinggahan untuk para musafir yang dari luar Asahan.

Pemerintah Kabupaten Asahan menyadari bahwa pembangunan masyarakat harus dimulai dari masjid, karena masjid tidak hanya sebagai tempat untuk beribadah namun sebagai tempat pengkajian dan kegiatan agama islam, pusat pendidikan dan pusat pelayanan kesehatan.

Sejarah Pembangunan Masjid

Rencana pembangunan masjid ini sudah digaungkan sejak kepemimpinan mendiang Bupati Risuddin sekitar tahun 2006. Dimasa kepemimpinan Bupati Drs H Taufan Gama Simatupang MAP, rencana pembangunan masjid Agung kembali digulirkan.

Dalam kunjungannya ke jakarta, beliau menyempatkan diri bertemu dengan Ibu Roosinah Nasution, Ibunda dari Tokoh nasional Ir. H. Aburizal Bakrie yang juga pemilik usaha Bakri. Dalam pertemuannya beliau menyampaikan niat untuk membangun Masjid Agung bagi Kabupaten Asahan yang rencananya akan dibangun diatas lahan bekas HGU PT. BSP. Pada saat itu juga Ibu Roosinah menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan bahwa lahan untuk pembangunan masjid tersebut tidak perlu dibayar.

Dengan begitu Pemkab Asahan tidak perlu memikirkan dana untuk pembelian lahan pembangunan masjid. Proses pembangunan dimulai dengan Peletakan batu pertama yang dilaksanakan pada hari Kamis 19 Mei 2011 oleh Ir. H. Abu Rizal Bakrie (ARB) selaku pemilik dan pimpinan dari Grup Bisnis Bakrie.

Upacara peletakan batu pertama masjid Agung H. Ahmad Bakrie dihadiri langsung oleh Bupati Kabupaten Asahan, Drs H. Taufan Gama Simatupang, para petinggi PT BSP, muspida Asahan serta para tokoh masyarakat.

Sumber Dana Masjid Agung H Ahmad Bakrie

Dalam pembangunan masjid, biaya awal diperkirakan sekitar Rp. 48 milyar yang bersumber dari danaAPBD Asahan dan juga sumbangan dari masyarakat. sedangkan untuk biaya pembangunan alun-alun dan hutan kota diperkirakan sekitar Rp 30 milyar yang direncanakan akan selesai dalam empat tahun.

Seiring pembangunan yang terus berjalan, ternyata terjadilah pembengkakan harga material untuk pembangunan Masjid, sehingga dana yang tersedia tidak cukup untuk pembangunan Masjid, dan sebagai solusinya akan diajukan kembali dana tambahan dan kebijakan tersebut disetujui oleh DPRD Asahan.