Masjid Agung Al Huda Tembilahan

Masjid Agung Al Huda

Salah satu masjid yang ada di Indragri hilir ialah masjid agung al huda di Tembilahan. Masjid ini berada di pusat kota Tembilahan. Bangunan masjid ini juga termasuk bangunan masjid lama sekaligus tercantik di kota ini. Dengan 4 menara yang sangat tinggi, masjid ini juga mampu menampung sampai 3000 jamaah. Posisi masjid ini juga sangat dekat dengan sungai Indragiri, jadi pemandangannya sangat indah. Masjid Agung Al Huda juga bersejarah bagi masyarakat Tembilahan.

Bahan kontruksi bangunan masjid ini dari material kayu dengan menggunakan atap sirap yakni atap yang terbuat dari bahan kayu ulin. Pusat kegiatan keislaman juga dilakukan di masjid ini, jadi, selain beribadah shalat, masjid ini digunakan sebagai pusat kediatan keagamaan.

Ukuran luas masjid ini tergolong sangat besar. Dengan bangunan masjid yang terdiri dari 2 lantai. Yakni lantai 1 dan juga lantai 2. Ruangan shalat pada masjid ini berada di ruang 1. Ditambah dengan berbagai ruang seperti ruangan secretariat, ruangan Koordinator untuk setiap Bidang, Ruangan Perpustakaan kecil, Ruangan Remas, Gudang, Marbot, Tempat Wudhu, dan MCK. Untuk lantai dua terdiri dari Ruangan Yayasan Al-Huda, bisa juga untuk jama’ah Shalat Jum’at dan juga 2 hari raya, ruangan TPA/ Tahfiz quran, dan Asrama Masjid Al-Huda.

Kubah Masjid Agung Al Huda Tembilahan

Bangunan masjid ini memiliki 1 buah kubah induk dengan 4 buah menara sebagai pelengkapnya. Jika dilihat dari jauh masjid ini seperti berada diatas sungai Indragiri hilir. Lokasi yang sangat dekat dengan sungai menjadikan masjid ini terlihat sangat indah dari kejauhan. Setiap ujung menara juga di bangun kubah kecil diatasnya yang warnanya sama dengan kubah induknya.

Sedangkan kubah utama masjid ini berbentuk seperti irisan bawang yang sangat pipih. Material kubah terlihat seperti dari bahan beton yang sangat kuat ketahanannya. Jadi, sangat cocok untuk masjid yang dibangun di tempat seperti ini. Anda juga bisa melihat pemandangan indah sungai Indragiri hilir dari balkon masjid dilantai 2. Keindahan pemandangan sekitarnya akan menambah semakin betah para pengunjung masjid yang ingin beribadah di sini ataupun yang mau sekedar berkunjung di masjid ini.

Kubah dan menara masjid ini sangat serasi. Karena warna yang diberikan untuk menara hampir sama dengan kubah yakni ada perpaduan warna putih untuk kubah induk dengan kubah kecil yang terdapat diujung menara. Sementara menara sendiri juga diberi warna coklat maupun krem yang sama dengan eksterior dinding masjid. Warna ini juga mengesankan jika masjid ini sangat terlihat megah dan indah.

Renovasi masjid ini juga dilakukan hingga 3 kali renovasi. Untuk perbaikan yang pertama dilaksanakan tahun 1935 telah dilakukan perluasan bangunan masjid. Hal ini membuat daya tampung masjid lebih banyak dan muat sampai beberapa ribu jamaah. Namun untuk konstruksi bangunan masjidnya, masih menggunakan konstruksi awal. Dengan pondasi dari tongkat ulin, serta dinding dari bahan papan, beratap sirap.

Selanjutnya dilakukan perombakan di tahun 1968. Untuk renovasi yang dilakukan ialah bagian pelebaran luas bangunan sementara renovasi yang dilakukan pada bahan kontruksi bangunan juga dilakukan pada pondasinya. Jika awalnya pondasi masjid dari bahan kayu ulin, namun untuk renovasi ini akan diganti dengan tembok dari bahan pasir dan juga semen. Bagian dinding masjid yang semula dari papan juga akan diganti oleh bahan material semen pelasteran dengan atap masjid yang dahulu berupa sirap, juga akn diganti oleh atap dari bahan seng.

Sedangkan perubahan besar juga terjadi pada bagian bangunan yakni lantai I dengan lantai II. Yakni dengan konstruksi bangunan yang semi permanen ditambah dengan kapasitas daya tampung menjadi dua kali lipat. Dikarenakan pada lantai I maupun lantai II akan digunakan untuk ruangan shalat. Sedangkan ketika perombakan yang kedua tersebut, kotaTembilahan sudah berubah menjadi ibukota dari Kabupaten Indragiri Hilir.