Kemegahan Masjid Agung Ponorogo

Kemegahan Masjid Agung Ponorogo

Sebelum dibangun masjid, dalam tempat ini berdiri musholla tempat bersembunyinya Ki Gelendung yang namanya nama asli Abdur Rahman. Dia adalah ulama di Ponorogo yang dikejar oleh Belanda serta bersembunyi di sini. Di saat adipati Tjokronegoro memegang dibuatlah masjid agung yang dibuat dari tiang-tiang kayu jati.

Masjid agung terbagi dalam 2 bangunan penting. Bangunan pertama adalah bangunan asli peninggalan Tjokronegoro dengan 16 tiang kayu jati. Tiang kayu jati dibuat dari 1 pohon jati besar, yang ditangani oleh tukang kayu dari kerajaan Solo. Di saat pembikinaanya tukang kayu harus pada kondisi suci. Tempat pengerjaan tiang jati ada di Ngebel wilayah Suko. Konon proses pengerjaan tiang tidak memakai alat berat tapi dengan membacakan puji-pujian pada Allah.

Bangunan ke 2, lantainya telah dari keramik, serta alami pemugaran 3x. Pemugaran pertama oleh Bupati Soemadi di tahun 1975. Lalu dipugar lagi tahun 1984 oleh Bupati Soebarkah. Bupati Markum Singodimedjo membangun menara di tahun 1995 yang habiskan dana sekitar 125 juta.