The Secret Of The Mosque Dome

Berawal dari pengalaman kita ketika menapaki bisnis pembuatan kubah masjid secara perlahan, dan bertahap kami mulai mengerti, bahwa kubah dibentuk bukan hanya sekedar untuk mempercantik bangunan tempat ibadah maupun sebuah gedung bangunan. Tetapi kubah dapat menjadi sebuah identitas dari bangunan itu sendiri, ibarat halnya sebuah Kubah Masjid Biru di Istanbul, Turki. Kubah tersebut memiliki peranan penting sebagai identitas dari sebuah masjid, lantaran kubah masjid tersebut tidak hanya berasal dari Arsitektur Islam, tetapi juga didunia. Masjid Biru di Turki merupakan salah satu dari 3 masjid yang populer di Istanbul yang patut mendapat perhatian khusus dari sekian banyak landmark di Turki. Sedangkan Kubah Masjid tersebut memiliki tinggi sekitar 23 meter dan diameter kubah sekitar 43 meter yang dihiasi dengan Ayat-ayat suci dari Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad SAW.

Adapula masjid dengan kubah masjid yang berbentuk ibarat 5 bab kubah yang terpisah, tetapi merupakan satu objek. Masjid tersebut berjulukan Masjid Rijeka yang merupakan masjid pertama yang dibangun dikota Adriatik, Kroasia. Dan Masjid Rijeka ialah salah satu bangunan tempat ibadah yang terindah di Benua Eropa. Saat malam haripun Masjid Rijeka masih kelihatan sangat indah, lantaran dihiasi lampu-lampu disetiap sudut bangunan, termasuk juga hiasan lampu untuk Menara Masjid yang setinggi 24 meter.

Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Rijeka juga berfungsi sebagai Islamic Center sebagai forum keagamaan yang didalam fungsinya sebagai sentra training dan pengembangan agama Islam yang berperan sebagai mimbar pelaksanaan dakwah dalam kala pembangunan. Secara umum, proses perkembangan Islamic Center sangatlah berkaitan dekat dengan proses training dan pengembangan masyarakat Islam yang telah dicontohkan pada masa pemerintahan Rasulullah SAW. Dimana dia menjadi salah satu penggerak pertama yang membentuk masyarakat Islam sekaligus memelihara dan mempertahankannya.

Adapun usaha-usaha yang terlebih dahulu dikerjakan oleh Rasulullah SAW pada masa itu antara lain :

a. Mendirikan masjid.
Beliau dahulukan mendirikan masjid, sebelum mengerjakan bangunan-bangunan lainnya selain rumah tempat kediaman dia sendiri, lantaran masjid memiliki potensi yang sangat vital, dalam menyatukan umat dan menyusun kekuatan lahir dan batin untuk membina masyarakat Islam atau daaulah Islamiyah berlandaskan semangat tauhid. Di dalam masjid, Nabi Muhammad SAW berusaha mengadakan benteng pertahanan yang bersifat moril dan spritual. Masjid selain tempat untuk bersujud kepada Allah SWT, juga dipakai oleh Nabi Muhammad SAW sebagai sentra training umat Islam yang berjiwa tauhid, lantaran masjid ialah tempat yang paling efektif dalam menyusun dan menghimpun potensi umat Islam.

b. Menjalin korelasi silaturahmi dengan semua kaum.
Rasulullah berusaha menjalin dan mempererat korelasi silaturahmi antara satu kaum dengan yang lainnya dimana aturan persaudaraan yang dilaksanakan oleh Rasulullah SAW pada masa itu ialah saudara kandung. Hal tersebut yang lalu melahirkan satu ikatan masyarakat Islam yang berpengaruh dengan semangat kerja gotong royong, senasib sepenanggungan, sesakit, sesenang dengan semangat persaudaraan Islam.

c. Meletakkan dasar-dasar politik, ekonomi dan sosial untuk masyarakat Islam
Pada masa pemerintahan masyarakat Islam, Rasulullah SAW berusaha memilih dasar-dasar yang berpengaruh bagi masyarakat Islam baik dari segi politik.

Pola pengembangan Islamic Center khususnya di Indonesia diprioritaskan pada daerah pengembangan daerah Islam dengan mempertimbangkan beberapa hal antara lain :

  • Pengembangan ekonomi.
  • Pengembangan areal.
  • Pengembangan fisik.
  • Pengembangan kegiatan-kegiatan Islam.

Sedangkan untuk pengembangan penyiaran Islam dititik beratkan pada :

  • Tersedianya sarana dan prasarana serta akomodasi penunjang lainnya.
  • Azas pemerataan pembangunan.