The Casablanca Icon

Islam yakni agama terbesar di Maroko, dengan persentase sekitar 98,7% dari populasi penduduk negara itu.
 
Masjid Hassan II (Arab مَسْجِدُ آلْحَسَنِ آلثَانِي) merupakan nama masjid yang terletak di Casablanca, Maroko. Masjid ini mulai dibangun tahun 1980, didesain oleh arsitek berkebangsaan Perancis Michel Pinseau dan dibangun oleh Bouygues. Masjid ini disebut-sebut sebagai yang terbesar kedua di dunia sehabis Masjidil Haram di Kota Mekkah. Masjid ini mempunyai minaret yang paling tinggi di dunia dengan ketinggian 210 meter (689 kaki) dan mempunyai kapasitas 25.000 orang.Ditambah lagi dengan pelataran yang bisa menampung 80 ribu jemaah.
 
Keindahan bangunannya mempunyai desain bangunan yang merupakan perpaduan antara arsitektur Islam Andalusia dan modern. Keunikan dari masjid yang terletak disebuah tanjung yang menghadap eksklusif ke Samudra Atlantik ini yakni alasannya masjid ini dibangun diatas tanah reklamasi, hampir setengah bangunan masjid berada di atas lautan, sehingga dari kejauhan terlihat ibarat sebuah monumen besar yang berdiri mengapung diatas Samudra Atlantik. Selain itu, istimewanya lagi, sebagian lantai masjid ini terbuat dari kaca, sehingga saat kita sujud, maka sanggup eksklusif melihat eksklusif kedalam laut.
 
Keunikan lainnya dari mesjid ini adalah, mesjid ini dibangun dengan konstruksi tahan gempa dan mempunyai pemanas lantai, pintu otomatis, serta atap masjid sanggup dibuka dan digeser. Hiasan ornament baik di lantai, pintu, dinding dan langit-langit mesjid terlihat sangat indah dan detil juga kental dengan nuansa seni bangsa Moor. Uniknya, masjid Hassan II ini juga terbuka untuk umum dan pengunjung non-muslim. Semua pengunjung sanggup membeli tiket masuk masjid dan akan dipandu oleh pemandu tur yang menjelaskan detail dari interior masjid.
 
Teknologi tinggi di aplikasikan di masjid megah ini dengan memanfaatkan teknologi cahaya laser untuk pencahayaan dan memperlihatkan keindahan tersendiri dimalam hari, penggunaan pemanas lantai untuk mengontrol temperatur ruangan masjid melalui lantainya saat suhu dingin, penggunaan pintu elektrik, rancangan atap yang bisa di buka tutup dengan teknologi mutakhir dan beberapa bab lantai masjid memakai beling tebal sehingga memungkinkan jemaah melihat samudera Atlantik yang menyapu bebatuan di bawah masjid. Selain itu masjid ini juga secara keseluruhan berukuran sangat besar dengan dekorasi interior ruang sholat yang mengagumkan, dengan tabrakan tangan para pengukir yang memang profesional di bidangnya ditambah dengan dekorasi hasil cetakan semen. Sebuah tim besar para maestro pengukir di pekerjakan khusus menangani proyek pembangunan masjid ini. Bahan materi terpilih berupa kayu kayu cedar dari daerah Atlas, kerikil pualam dari pegunungan Agadir dan batuan granit dari Tafroute.
 
Lebih dari 6000 seniman maroko dipekerjakan pada proyek pembangunan masjid ini semenjak dari awal pembangunannya. Dengan biaya proyek mencapai setengah miliar dolar dan sebagian besar dari dana pembangunan tersebut merupakan pinjaman dari rakyat Maroko sendiri.