Monumen Kubah Masjid Al Tsunami

Kubah Masjid Al Tsunami
Ada sebuah masjid yang unik di Banda Aceh. Bukan masjid lebih tepatnya. Tapi sebuah kubah masjid. Sebuah kubah masjid yang menjadi saksi bisu kedahsyatan tragedi alam tsunami beberapa tahun yang lalu. Menurut sebuah media online, kubah masjid ini terlepas dari bangunan asalnya dan terhempas sejauh 2,5 km dari daerah semula akhir gelombang tsunami. Uniknya, kubah masjid ini tetap kokoh berdiri di atas tanah hingga sekarang, masih ibarat posisi semula semenjak tamat tahun 2004. Dan di depan gerbang masuk kubah masjid ini tertulis “Monumen Kubah Masjid Al Tsunami”.
 
Kubah Masjid Al Tsunami di tengah persawahan
Kubah Al Tsunami ini awalnya merupakan sebuah kubah masjid di Gampong Lamtengoh, di Kawasan Ujong Pancu Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar. Namun dalam kejadian tersebut kubah ini terhempas ke Gampong Gurah di kecamatan yang sama. Kubah ini menjadi fenomenal dan menjadi salah satu objek wisata tsunami bagi masyarakat yang tiba ke Ujong Pancu.
 
Pada dikala tsunami terjadi, 29 orang selamat alasannya yakni berada di kubah tersebut. Pengurus Kubah Al Tsunami, Darmawan, kepada ATJEHPOSTcom menyampaikan jikalau kubah itu sangat bersejarah bagi dirinya. Ia meyakini jikalau jasad ibunya terkubur di bawah kubah masjid tersebut.
 
Masjid Gurah daerah Kubah Tsunami berasal
Saat kejadian itu terjadi, ia sedang di Aceh Selatan. Setelah itu ia sering bermimpi ihwal ibunya dengan latar belakang kubah masjid. Setelah ia kembali ke Gurah ia melihat kampungnya telah rata dengan tana tanpa bangunan. Yang ia lihat hanya kubah masjid yang berada di areal persawahan yang kala itu masih banyak hutan. Di sekitarnya tumpukan kayu dan jenazah masih bergelimpangan.
 
Sebuah kubah masjid yang sangat besar, yang saya pun tak bisa memprediksi berapa beratnya alasannya yakni terbuat dari materi semen dan bata yang kokoh dan kuat, terdampar di tengah-tengah area persawahan warga Gampong Gurah. Terlihat belum dipugar dan belum mempunyai palang keterangan apapun mengenai objek wisata ini. Yang ada hanyalah secarik kertas tertempel di salah satu dinding kubah menjadi pesan.
 
Pesan itu berbunyi, “Kami dari Desa Gurah, Kecamatan Peukan Bada. Mohon pinjaman sumbangan dari pemerintah atau dari pihak manapun semoga memperhatikan Kubah Masjid yang telah terdampar akhir hantaman gelombang Tsunami pada tanggal 26 Desember 2004 dari Desa Lamteungoh ke Desa Gurah ±2,5 km. Kami selaku warga Desa Gurah memohon semoga sudinya membangun Kubah Masjid menjadi monumen sejarah ibarat yang telah kita lihat kapal PLTD Apung yang terletak di Desa Punge Blangcut”. Pesan tersebut tertanda dari seorang pengurus yang berjulukan Darmawan HZ.