Kubah Masjid Baja Ringan, Kontraktor Kubah Masjid

Kubah Masjid Baja Ringan
Baja ringan mempunyai lapisan antikarat dengan kadar yang berbeda-beda.Lapisan antikarat tergantung pada proses pelapisan yang diberikan dengan tujuan mengurangi proses oksidasi baja dengan unsur-unsur lain yang menimbulkan karat. Material yang biasanya dipakai yakni Silicon dengan kadar yang sangat kecil, yaitu dibawah 5% dari total komposisi material.
 
Berbeda dengan baja biasa, baja ringan merupakan baja mutu tinggi yang mempunyai sifat ringan dan tipis, namun mempunyai fungsi setara baja biasa. Baja ringan ini termasuk jenis baja yang dibuat sehabis hambar (cold form steel)
Baja ringan diciptakan untuk gampang dirakit dan konstruksi. Meskipun tipis, baja ringan memiliki derajat kekuatan tarik yang tinggi yaitu sekitar 550 MPa, sementara baja biasa sekitar 300 MPa. Kekuatan tarik dan tegangan ini untuk mengkompensasi bentuknya yang tipis. Ketebalan baja ringan yang beredar kini ini berkisar dari 0,4mm – 1mm. 
 
Berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan Kubah Masjid Baja Ringan:
 
Kelebihan Kubah Masjid Baja Ringan:
  1. Karena bobotnya yang ringan maka dibandingkan kayu, beban yang harus ditanggung oleh struktur dibawahnya lebih rendah lebih hemat pemakaian. 
  2. Baja Ringan tidak membesarkan api (non-combustible). 
  3. Rangka Kubah Masjid Baja Ringan tidak dimakan rayap. 
  4. Pemasangan rangka kubah masjid baja ringan relatif lebih cepat apabila dibandingkan rangka kayu. 
  5. Baja ringan nyaris tidak mempunyai nilai muai dan susut, jadi tidak berubah lantaran panas dan dingin. 

 

 
Kekurangan Kubah Masjid Baja Ringan:
  1. Baja ringan tidak bisa diekspos ibarat rangka kayu, sistem rangkanya yang berbentuk jaring kurang menarik bila tanpa epilog plafon. 
  2. Karena strukturnya yang ibarat jaring ini maka bila ada salah satu potongan struktur yang salah hitung ia akan menyeret potongan lainnya maksudnya bila salah satu potongan kurang memenuhi syarat keamanan, maka kegagalan bisa terjadi secara keseluruhan (biasanya perhitungan strukturnya pribadi dilakukan oleh structural engineer dari aplikatornya). 
  3. Baja ringan tidak sefleksibel kayu yang sanggup dipotong dan dibuat aneka macam profil.

 

Kontraktor Kubah Masjid
Kontraktor yakni perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa konstruksi. Jasa konstruksi sanggup didefinisikan sebagai layanan jasa konsultasi perencanaan pekerjaan konstruksi, layanan jasa pelaksanaan pekerjaan konstruksi, dan layanan jasa konsultasi pengawasan pekerjaan konstruksi. Sedangkan pekerjaan konstruksi yakni keseluruhan atau sebagian rangkaian aktivitas perencanaan dan/atau pelaksanaan beserta pengawasan yang meliputi pekerjaan arsitektural, sipil, mekanikal, elektrikal, dan tata lingkungan masing-masing beserta kelengkapannya untuk mewujudkan suatu bangunan atau bentuk fisik lain (Bab1, pasal 1 Undang-undang no.18 Tahun 1999). Sebagai perusahaan jasa, maka kualitas sumber daya insan pada perusahaan kontraktor yakni merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk kelangsungan hidup perusahaan.
 
Hal lain yang perlu mendapat perhatian yakni diberlakukannya otonomi daerah, dimana terdapat kewenangan tempat untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa sendiri. Untuk itu maka pemberdayaan masyarakat dan seluruh potensi sumber daya yang ada di masyarakat yakni sangat penting untuk 2 sanggup mempercepat pembangunan ekonomi tempat yang efektif dan kuat. Dan hal tersebut di atas sedikit banyak akan berdampak pada industri konstruksi di Indonesia, terutama pada bidang jasa konstruksi.
 
Bidang jasa konstruksi merupakan bidang perjuangan yang banyak diminati oleh anggota masyarakat di aneka macam tingkatan, hal ini terlihat dari makin besarnya jumlah perusahaan yang bergerak di bidang perjuangan jasa konstruksi. Peningkatan jumlah perusahaan ternyata belum diikuti dengan peningkatan kualitas dan kinerja dari sumber daya manusianya. Hal ini tercermin pada mutu produk yang dihasilkan, ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan dan efisiensi pemanfaatan sumber daya manusia, modal, serta teknologi yang dipakai dalam penyelenggaraan jasa konstruksi belum sebagaimana yang diharapkan. Kondisi ini disebabkan antara lain lantaran persyaratan keahlian dan ketrampilan tenaga kerja belum diarahkan untuk mewujudkan keandalan perjuangan yang profesional. 
 
Pengembangan sumber daya insan secara makro yakni penting dalam rangka mencapai tujuan pembangunan secara efektif. Pengembangan sumber daya insan yang terarah dan terjadwal disertai pengelolaan yang baik akan menghemat sumber daya alam, demikian juga pengembangan sumber daya insan secara mikro di suatu organisasi sangat penting dalam mencapai hasil kerja yang optimal. Baik secara makro atau mikro, pengembangan sumber daya insan yakni merupakan bentuk investasi (Notoatmodjo, 1998).
 
Kualitas tenaga kerja sanggup dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal yang berasal dari dalam diri tenaga kerja itu sendiri ibarat pendidikan formal, pengalaman kerja, karakterisrik fisik yang berupa kesehatan fisik, serta karakteristik pribadi dan tipe kepribadian tenaga kerja sedangkan faktor eksternal yang mensugesti kualitas tenaga kerja sanggup berasal dari dari lingkungan kerja dan sistim menejemen perusahaan (Simamora, 1997)
 
Upaya peningkatan kulitas tenaga kerja merupakan perjuangan yang dilakukan oleh kami untuk meningkatkan kualitas tenaga kerjanya. Upaya yang dilakukan sanggup melalui aktivitas peningkatan kemampuan ketrampilan individu tenaga kerja antara lain pelatihan, pendidikan/pengembangan, meningkatkan pengalaman kerja dan kebijakan manajeman perusahaan. Sedangkan upaya peningkatan kualitas tenaga kerja secara garis besar dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang mempengarui upaya peningkatan kualitas tenaga kerja meliputi keseluruhan kehidupan organisasi yang sanggup dikendalikan oleh pimpinan maupun oleh anggota organisasi yang bersangkutan ibarat misi dan tujuan organisasi, lingkungan kerja, seni administrasi pencapaian tujuan, sifat dan jenis aktivitas serta teknologi yang dipakai untuk menunjang pekerjaan. Sedangkan faktor eksternal yakni faktor yang berasal dari luar perusahaan ibarat budi pemerintah, perubahan perekonomian, perubahan demografis (kependudukan), sosial-budaya masyarakat, persaingan bisnis perusahaan, pasar tenaga kerja serta perkembangan ilmu dan teknologi (Notoatmodjo, 1998).
 
Menurut Presiden Soeharto (1997), kualitas sumber daya insan (SDM) menjadi faktor penentu keberhasilan suatu proyek. Untuk mendapat kualitas sumber daya insan yang baik dibutuhkan proses pengelolaan semenjak seseorang direkrut sampai menempati posisi jabatan tertentu. Proses seleksi pegawai, pembinaan, pembinaan dan analisa jabatan menjadi suatu proses yang sabaiknya dilakukan semoga menunjang kinerja seseorang yang diharapkan sanggup meningkatkan kinerja perusahaan. Suatu perusahaan tanpa didukung tenaga kerja yang sesuai baik dari segi kuantitas maupun kualitas, strategi, opersional dan fungsional maka perusahaan itu tidak akan bisa mempertahankan keberadaan, membuatkan dan memajukannya dimasa mendatang (Rivai, 2005).
 
Pada perusahaan kontraktor menengah dan kontraktor kecil, pengelolaan sumber daya manusianya (tenaga kerja) pada umumnya kurang baik sehingga sering kali proses 4 dan hasil simpulan dari pelaksanaan proyek sanggup menyimpang dari apa yang telah direncanakan semula. Untuk sanggup meningkatkan kualitas hasil pekerjaan, tugas tenaga kerja yakni sangat penting. Dengan mengetahui faktor-faktor internal maupun eksternal yang mensugesti kualitas tenaga kerja serta faktor-faktor internal dan eksternal yang mensugesti upaya peningkatan kualitas tenaga kerja, maka upaya peningkatan kualitas tenaga kerja perusahaan secara sedikit demi sedikit dan terus menerus sanggup dilakukan sesuai dengan skala prioritas pengembangan perusahaan, sehingga misi dan tujuan organisasi sanggup tercapai sesuai dengan yang diharapkan.