Kubah Masjid Agung Tuban Dan Tata Ruang Masjid

Bangunan masjid muncul sebagai bangunan religi yang merupakan perpaduan dari fungsi bangunan sebagai unsur arsitektur islam yang berpedoman pada ketentuan-ketentuan yang diperintahkan oleh Allah S.W.T sebagai tempat pelaksanaan ajaran islam, dengan bangunan sebagai ungkapan tertinggi dari nilai-nilai luhur kehidupan insan yang juga melakukan pedoman syariat islam. Maka munculah arsitektur masjid dengan segala kelengkapannya, dengan bentuk dan tata ruang masjid mengikuti kurun waktu, daerah, lingkungan sekitar serta latar belakang insan yang menciptakannya.
 
Maka dari itu bentuk Masjid Agung Tuban ketika ini sangat menarik untuk dicermati dalam goresan pena artikel kali ini alasannya yaitu selain mempunyai nilai historis, juga mempunyai bentuk gres dengan beberapa gaya arsitektur timur tengah dan gaya arsitektur klasik serta gaya arsitektur khas jawa.
 
Pengertian Masjid
Masjid yaitu suatu bangunan, gedung atau suatu lingkungan yang berpagar sekelilingnya didirikan secara khusus sebagai tempat beribadah umat islam, khususnya untuk menjalankan shalat. Istilah masjid berasal dari kata “ sajada “ , “ yasjudu “ yang berarti bersujud atau menyembah.
 
bentuk fasad masjid yang perlu dianalisa yaitu,meliputi : 
1. kubah 
2. menara 
3. gapura 
4. dinding bab luar 
5. kolom bab luar 
 
Bentuk Fasad Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh
Kubah Bawang
Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh mempunyai bentuk kubah bawang atau kubah dengan bentuk setengah bola yang meruncing ke atas
 
Bentuk Kubah Bawang
Kubah Tumpang
Atap tumpang yang bersusun tiga, lima dan tujuh terdapat pada masjid-masjid kuno. Masjid Agung Demak mempunyai bentuk atap tumpang tiga
 
Kubah Tumpang
 
Motif Kubah
Motif yaitu ornament-ornamen dua atau tiga dimensi yang disusun menjadi pola atau ragam tertentu. Motif sanggup dibuat oleh tekstur dan bentuk. Motif mempunyai arah gerak, maka penempatan harus sejalan dengan irama. Pemanfaatan terlalu banyak ornamen atau motif akan menjadikan kesan kacau
 
Ornamen Kubah

 

Ornamen atau motif merupakan perjuangan untuk memperkaya huruf permukaan. Akan tetapi tidak semua permukaan benda atau materi mempunyai pola. Dari pola geometric yang sama sanggup dikembangkan majemuk variasi efek persepsi yang imaginatif. Jarak dan tebal ornamen dapan menjadikan kesan yang muncul pada setiap motif. Ornament sanggup membuat bangunan menjadi serasi atau sanggup juga menjadikan kesan ramai yang membingungkan akan tetapi suatu ruang tanpa adanya pola akan terasa hampa. Diperlukan suatu ketepatan kecermatan dalam menempatkan ornamen dan motif pada bab bangunan
 
Gaya Arsitektur :
 
Gaya Arsitektur Timur Tengah

 

Arsitektur timur tengah mempunyai bentuk yang khas yaitu kubah bawang yang berbentuk ibarat bawang dengan hiasan ornamen pada dinding luar masjid tetapi warna pada masjid-masjid di timur tengah tidak terlalu menonjol alasannya yaitu sesuai kaidah islam yaitu kesederhanaan. Pada pilar-pilar masjid di timur tengah berbentuk silinder yang merupakan bentuk yang terlihat megah.
 
Gaya Arsitektur Jawa
Ekspresi estetik Islam tergambarkan dalam arsitek masjid-masjid tua. Citra masjid renta yaitu rujukan dari interaksi agama dengan tradisi arsitek pra-Islam di Jawa dengan kontruksi kayu dan atap tumpang berbentuk limas.
 
Gaya Arsitektur Klasik
Arsitektur klasik yaitu gaya bangunan dan teknik mendesain yang mengacu pada zaman klasik Yunani, ibarat yang dipakai di Yunani kuno pada periode Helenistik dan kekaisaran romawi