Kubah Kristal Malaysia Vs Kubah Emas Indonesia

Sebenarnya sejarah Malaysia tidak terlepas dari sejarah Indonesia juga. Ini alasannya ialah kerajaan tertua di Malaysia, kerajaan Malaka, didirikan oleh seorang pangeran yang berasal dari Sumatera, yaitu Pangeran Sriwijaya pada awal era ke-15. Pada ketika ini, Kesultanan Johor yang merupakan kelanjutan dari Kesultanan Malaka, masih tetap ada hingga sekarang. Negara – negara yang pernah menanamkan kekuasaan di Malaysia diantaranya ialah Belanda, Inggris, dan Portugis. Namun diantara negara – negara tersebut, Inggris lah yang lebih mendominasi serta besar lengan berkuasa di Malaysia. 
 
Kubah Masjid Kristal, Malaysia
Masjid Kristal merupakan masjid yang terletak di daerah wisata Taman Tamadun Islam di Pulau Wan Man, Terengganu, Malaysia. Masjid ini sangat megah alasannya ialah dibangun dari baja, beling dan kristal.
Kubah Masjid Kristal, Malaysia
 
Masjid ini dibangun antara tahun 2006 dan 2008. Secara resmi Masjid Kristal dibuka pada tanggal 8 Februari 2008 oleh Yang di Pertuan Agung ke-13, Sultan Mizan Zainal Abidin dari Terengganu.
 
Inilah salah satu objek wisata berbeda yang sanggup didatangi ketika sedang melancong ke Negeri Jiran. Masjid Kristal di Kuala Terengganu, Terengganu, Malaysia ini berdiri megah dan berbeda alasannya ialah materi bangunannnya merupakan kristal.
 
Dari situs resmi Visit Terengganu, Kamis (11/7/2013), masjid ini berada di daerah wisata Taman Tamadun Islam di Pulau Wan Man. Memiliki luas 2.146 meter persegi, Masjid Kristal jadi pemandangan yang tidak mungkin dilewatkan begitu saja.
 
Arsiteknya terbilang cukup unik. Alih-alih hanya mempunyai satu kubah besar, masjid ini punya satu kubah kecil yang dikelilingi kubah-kubah lebih kecil. Semua itu disempurnakan dengan 4 menara tinggi di ujung-ujungnya.
 
Kubahnya tidak berwarna, tidak juga berhiaskan kaligrafi atau guratan seni nan indah. Melainkan dibalut dengan beling berwarna abu-abu. Kilau mentari dan awan kerap dipantulkan, menciptakan kubah masjid jadi objek foto banyak pelancong.
 
Tidak cuma sanggup berfoto di sekelilingnya, tapi pelancong juga sanggup beribadah di dalamnya. Masjid yang dibangun pada 8 Februari 2008 ini sanggup menampung 1.500 jamaah. Selain arsitekturnya, Masjid Kristal menarik alasannya ialah merupakan masjid pintar pertama yang dilengkapi dengan kanal IT dan WiFi.
 
Jangan hanya puas menikmati kecantikannya pada siang hari. Karena masjid ini mengatakan kecantikan yang berbeda pada sore dan malam hari. Menjelang senja ialah waktu terbaik untuk berburu foto dalam banyak sekali sudut di daerah masjid ini.
 
Sedangkan ketika malam, lampu yang ditata sedemikian rupa menciptakan masjid terlihat indah maksimal. Akhir pekan merupakan waktu paling ramai dari kunjungan para turis. Tak perlu kuatir, walau berada di daerah wisata, tiba ke masjid ini tidak dipungut biaya alias gratis.
 
Kubah Masjid Emas, Indonesia
Kemegahan Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri
Masjid ini disebut dengan Masjid Kubah Emas, sesuai namanya masjid ini memang memakai material emas dengan 3 teknik pemasangan: pertama, serbuk emas (prada) yang terpasang di mahkota/pilar, kedua gold plating yang terdapat pada lampu gantung, ralling tangga mezanin, pagar mezanin, ornament kaligrafi kalimat tasbih di pucuk langit-langit kubah dan ornament dekoratif diatas mimbar mihrab, yang ketiga gold mozaik solid yang terdapat di kubah utama dan kubah menara.
 
Kubah Masjid Emas, Indonesia
Masjid Kubah Emas berada di Jalan Maruyung raya, Kel. Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok. Masjid megah ini berkapasitas 20 ribu jemaah berdiri kokoh di atas lahan seluas 70 hektare. Masjid ini mulai dibangun April 1999 oleh seorang dermawan, pengusaha asal Banten berjulukan Hj Dian Juriah Maimun Al Rasyid, istri dari Drs H. Maimun Al Rasyid, yang membeli tanah daerah ini semenjak tahun 1996. Rencananya, selain masjid, lahan ini akan dijadikan Islamic Centre. Nantinya akan ada forum dakwah, dan rumah tinggal. Semua bangunan tersebut merupakan bab dari konsep pengembangan sebuah daerah terpadu yang diberi nama Kawasan Islamic Center Dian Al-Mahri.
 
Masjid Dian Al Mahri dibuka untuk umum pada tanggal 31 Desember 2006, bertepatan dengan Idul Adha 1427 H yang kedua kalinya pada tahun itu. Pembangunannya sudah berlangsung semenjak tahun 1999, namun gres dibuka untuk umum pada tanggal 31 Desember 2006. Setelah shalat Idul Adha, pemilik masjid eksklusif meresmikan masjid ini. Ada sekitar 5 ribu jemaah yang mengikuti prosesi pelantikan masjid ini.
 
Pengurus dan pengelola masjid tidak mengungkapkan warta mengenai total biaya pembangunan dan juga berat emas keseluruhan yang ada di kompleks masjid ini. Hanya ada warta ketebalan emas yang melapisi kubah. Setiap kubah mempunyai ketebalan emas 2 hingga 3 milimeter. Emas kubah tersebut lalu dilapisi lagi dengan mozaik kristal.