Kubah Emas

Kubah Emas
Masjid Dian Al Mahri ialah sebuah masjid yang dibangun dalam komplek Islamic Center Dian Al-Mahri di tepi jalan Raya Meruyung-Cinere di Kecamatan Limo Depok Jawa Barat. Dan Masjid Kubah Emas tersebut telah menjadi ikon gres dikota Depok. Pembangunan Masjid Kubah Emas dimulai semenjak bulan April tahun 1999, daerah ibadah seluas 8.000 m/2 yang berdiri diatas lahan seluas 70 hektar ini dihiasi dengan lima buah kubah dan enam buah menara. Menurut sang arsitek, lima kubah dan enam menara tersebut merupakan  simbol dari Rukun Iman dan Rukun Islam.
Masjid indah berarsitektur Timur Tengah ini memang dibangun dengan material terbaik. Pada bab Interior Masjid, lantai dan tiang kolom dilapisi marmer dan keramik asal Italia, sementara karpet khusus didatangkan dari Turki dan lampu gantung kristal diimpor eksklusif dari Austria. Sedangkan pada bab Eksterior Masjid terdiri dari satu buah Kubah Utama dan empat buah Kubah Kecil semua dilapisi dengan emas 22 karat, semoga terlindung dari terpaan cuaca lapisan emas itu dilapisi lagi dengan lapisan Kristal Mozaik. Memang ada alasan yang mendasari penggunaan aneka macam materi pilihan bagi Masjid Kubah Emas Ini.
Interior Masjid
Menurut Bapak H. Yudi Camoro sebagai pengurus Masjid Kubah Emas Depok, konsep didirikannya Masjid Kubah Emas ini terinspirasi dari harapan pendiri Masjid Kubah Emas ini yaitu Ibu Hj. Dian Djuriah Maimunah untuk mendirikan bangunan masjid yang tampak megah dan indah. Karena bila kemegahan itu hadir pada suatu bangunan masjid, itu semata hanya menunjukkan kemegahan dan keindahan kebesaran Tuhan SWT, “Dan masjid merupakan Rumah Allah dimuka bumi ini”. Atas dasar itulah Masjid Kubah Emas ini dibangun sebagai simbol Keagungan Islam.
Saat ini didunia hanya ada beberapa Masjid Berkubah Emas. Masjid-masjid itu antara lain Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin – Bandar Seri Begawan – Brunei Daarussalam, Masjid Suneri – Lahore di Pakistan, Masjid Al-Askari di Samarra – Irak, Masjid Qubbah As Sakhrah / Dome of the Rock di Yerusalem – Palestina, Masjid Sultan Singapura.
Pesan penulis – Mohon maaf apabila ada kesalahan goresan pena dan pengejaan nama orang maupun nama-nama masjid yang kami sampaikan.