History Of The Kocatepe

Masjid Kocatepe merupakan masjid terbesar di Ankara Ibukota Turki. Dibangun antara tahun 1967 hingga dengan 1987. Masjid Kocatepe eksklusif bermetamorfosis menjadi landmark Turki yang paling terkenal.
 
Ide pembangunan masjid Kocatepe bahwasanya sudah ada sejak tahun 1940 dan perjuangan pembangunannya di mulai pertama kali pada tahun 1957. Namun alasannya yaitu banyaknya kritik yang tiba akhir arsitekturnya yang dianggap terlalu modern, acara tersebut balasannya harus berhenti di tengah jalan.
 
Barulah sehabis desainnya di revisi, Vedat Dalokay, arsitektur perancang bangunan masjid Shah Faisal di Islambad-Pakistan yang juga sempat memenangkan penghargaan Internasional melanjutkan kembali pembangunan masjid Kocatepe di tahun 1967. Vedat Dalokay juga sempat menjadi gubernur di Ankara. Selama masa pembangunannya, 2 arsitektur rumah ibadah Islam modern populer berjulukan M. Fatin Uluengin dan Husrev Tayla juga turut ‘menorehkan’ karya mereka di bangunan masjid Kocatepe.
 
Dimulai dari bab terasnya, masjid Kocatepe di hampari oleh lantai dari marmer. Sementara sebuah kubah masjid yang di desain dengan eksotik namun tetap agung sanggup di saksikan oleh jemaat dan pengunjung yang masuk ke ruangan bab dalam. Dari ujung atas kubah tergantung sebuah dekorasi berbentuk bola berukuran besar sementara di sekelilingnya tergantung pula bola-bola lain yang berukuran lebih kecil.
 
Bola-bola yang di permukaannya terdapat lampu-lampu tersebut di lapisi dengan warna-warna yang menawan dan pernak-pernik berwarna perak. Bagi yang menyaksikan, dekorasi tersebut mengingatkan akan sistem tata surya dimana matahari menjadi planet yang terbesar dan di kelilingi oleh planet-planet yang mengorbitnya. Di permukaan kubah terdapat pula ruas-ruas dimana kaligrafi Al-Quran menjadi dekorasinya.
 
Interior Plafon Kubah Masjid Kocatepe
Beberapa bab dinding masjid Kocatepe di hiasi oleh keramik-keramik berwarna biru. Kehadiran keramik bergaya ‘Kutaya’ tersebut berkombinasi indah dengan kaligrafi Al-Quran yang ditulis dengan tinta berwarna emas serta warna gelap yang menjadi background-nya. Selain oleh lampu, penerangan di area interior masjid di dapatkan dari cahaya matahari yang masuk lewat jendela-jendela yang berbagai terdapat disana. Di beberapa jendela, kaca-kacanya di hiasi pula oleh dekorasi mozaik berwarna-warni yang mempesona.
 
Seperti juga yang sanggup di jumpai di masjid-masjid lain, lantai Kocatepe juga dilapisi oleh karpet yang membentang dari dinding yang satu ke dinding yang berada di seberangnya. Pengunjung akan berjalan nyaman diatas karpetnya alasannya yaitu dibawah karpet tersebut juga terhampar semacam alas pelapis.
 
Desain karpetnya sendiri di buat sedemikian rupa sehingga memberi orientasi arah ka’bah bagi yang melaksanakan ibadah sholat di sana. Khusus di bab dalam bangunan yang terdiri dari 2 lantai, masjid Kocatepe sanggup menampung sekitar 8000 orang jemaat.
 
Di ujung bab depan ruangan ibadah terdapat mimbar kotbah. Desainnya tak kalah menarik. Tangga-tangga menuju mimbarnya di pagari oleh pembatas yang di dekorasi dengan apik. Sementara di ujung bawah tangga terdapat pula sebuah gapura kecil yang di bab atasnya berwarna keemasan.