Asal Mula Kubah

Asal mula kubah kemungkinan besar berawal dari sebuah atap pondok primitif, yang terbuat dari dahan kayu sebagai kerangka dan dipadatkan dengan selut dan lumpur. Ataupun dengan memakai kerikil sebagai pondasinya dan juga sebagai tiang penyangga. Contoh kubah mirip ini sanggup kita jumpai di dalam kubur Mikene di Yunani dan dalam arsitektur Sisilia di Italia. Kubah-kubah tersebut hanya digunakan dan digunakan untuk bangunan-bangunan yang kecil.
 
Kubah sendiri merupakan salah satu unsur arsitektur yang sering digunakan. Kubah sanggup berbentuk setengah bundar atau separuh bola, bahkan berbentuk mirip kerucut dimana permukaannya melengkung keluar. Dan juga terdapat bentuk kubah yang mirip piring atau disebut dengan “Kubah Piring” dan “Kubah Bawang” alasannya bentuknya mirip bawang.
 
Umumnya sebuah kubah akan ditempatkan ditempat paling atas pada sebuah bangunan. ia diletakkan pada sebuah pondasi atau dudukan kubah dengan memakai kerangka Pipa Air Galvanis, Pipa Gas ataupun dengan yang lainnya.
 
Kubah sanggup juga dianggap mirip sebuah gerbang yang ditempatkan pada rangka penyangganya dan ini bermakna bahwa kubah memiliki kekuatan struktur bangunan yang besar, sama mirip konstruksi jembatan.
 
Jika dilihat dari dalam, maka bentuk kubah akan kelihatan lebih menarik kalau ditambah dengan Ornamen Kaligrafi dan pernak pernik lainnya.
 
Banyak masjid di seluruh dunia sekarang juga memiliki kubah, termasuk di Indonesia sendiri dan tradisi ini berasal dari kawasan Anatolia. Selain pada bangunan masjid beberapa stadion tertutup juga memiliki kubah, terutama di negara negara yang memiliki iklim empat musim. Stadion pertama yang memiliki bangunan mirip kubah ialah “Astrodome” di Houston, Texas, Amerika Serikat. Dan pola lainnya ialah “Skydome” di Toronto, Ontario, Kanada, stadion pertama yang memiliki atap berbentuk mirip kubah yang sanggup dibuka tutup.
 
Pada kala pertengahan semasa zaman Kerajaan Romawi, kubah diciptakan biar sanggup memungkinkan sanggup diletakkan pada dudukan kubah yang berbentuk persegi empat, hal ini menunjukan bahwa penggunaan kubah semakin meluas.
 
Sedangkan pada zaman modern dikala ini, kubah dengan materi dan bentuk “Kubah Geodesi, Kubah enamel, Kubah Galvalum, Kubah Composite Panel, Kubah GRC” telah diciptakan. Kubah mirip ini berbentuk hemisfer dan memakai kekisi sebagai kerangka kubah yang mengakibatkan beban kubah jauh lebih ringan dari masa masa sebelumnya.