Ada Kubah Di Bawah Kubah Masjid

Ada yang menarik di Masjid Jami Ibrahim, Nagara. Kab. Hulu Sungai Selatan (HSS).  Selain  merupakan Masjid Terbesar di Nagara (Kec. Daha Utara, Selatan dan Barat), serta Sejarah Proses pembangunan Masjid ini yang mempunyai sejarah yang panjang.
 
Pembangunan Masjid Jami Ibrahim yang terletak sempurna di dekat persimpangan tiga sungai Negara desa Sungai Mandala tersebut tidak terlepas dari tugas penting seorang ulama dari golongan Habib yang berasal dari kota Tarem Hadramaut Yaman, Habib Ibrahim bin Umar Al habsyi.
 
Hal lain yang menarik di Masjid ini yakni : Adanya Kubah di Bawah Kubah Masjid
 
Masjid Ibrahim yang terletak di tengah kota Negara, berdasarkan orang bau tanah dulu letaknya jauh di seberang namun tempatnya tidak tahu persis. Karena ada topan kubahnya terbang dan jatuh ditempat sekarang. Ini diyakini sebaga arahan daerah yang sempurna untuk didirikan masjid.
 
Oleh Habib Ibrahin Al Habsyi di rintislah berdirinya masjid yang keberadaannya masih ada sampai sekarang, bahkan soko guru (tiang utama) tetap dipertahankan, sekalipun sudah beberapa kali mengalami renovasi.
 
Masjid Jami Ibrahim, Nagara.
Kab. Hulu Sungai Selatan (HSS)
Habib Ahmad bin Husien (wafat 1904) berasal dari Jatinegara, Jakarta. Makamnya persis terdapat di depan Masjid Habib Ibrahim ALHabsyi, Nagara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Beliau mempunyai seorang putra berjulukan Abubakar. Abubakar pernah duduk sebagai anggota DPRD Kalsel. Abubakar dekat dengan Idham Chalid. Semasa hidupnya, Habib Abubakar yakni salah satu pemuka NU di Kalsel.
 
Menurut keterangan, Habib Abubakar-lah yang mempengaruhi ke-NU-an Idham Chalid. Semula, alam fatwa keagamaan Idham Chalid agak dipengaruhi warna Muhammadiyah. Persahabatannya dengan Habib Abubakar menciptakan tokoh politisi sepuh asal Kalsel yang kini tinggal di Jakarta itu menjadi tokoh NU utama. Idham Chalid pernah beberapa kali menjabat Ketua PBNU sebelum digantikan Gus Dur.
 
Habib Abubakar mempunyai dua putra yaitu Habib Muhammad (tinggal di Kalua, Kabupaten Tabalong) dan Habib Yahya (tinggal di Bincau, Kabupaten Banjar)